Lombok Barat – Rumah BUMN Lombok Barat menggelar kegiatan Pelatihan Ekologi Bahari dan Pariwisata Berkelanjutan di sejumlah kawasan pesisir strategis Lombok Barat, seperti Pantai Kecinan, Pantai Cemare, dan Roemah Nelayan N9, sebagai upaya nyata membentuk fasilitator lingkungan yang memiliki kompetensi tinggi dalam pelestarian ekosistem laut. Kolaborasi strategis bersama Biru Foundation ini berlangsung secara intensif selama lima hari penuh guna memberikan pemahaman mendalam kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Melalui program ini, seluruh peserta diajak untuk mengeksplorasi potensi bahari daerah sekaligus mengenali tantangan lingkungan ekologis yang sedang dihadapi. Pihak penyelenggara berkomitmen penuh agar inisiatif kolaboratif ini dapat melahirkan agen perubahan yang kompeten di masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa edukasi mengenai praktik pariwisata yang ramah lingkungan dapat tersebar lebih luas dan masif. Dengan demikian, kegiatan komprehensif ini diharapkan dapat menjadi katalisator utama bagi bangkitnya pariwisata hijau yang berbasis pemberdayaan komunitas lokal. Seluruh elemen pendukung optimis bahwa dampak positif dari sinergi ini akan dirasakan dalam jangka panjang oleh ekosistem pariwisata daerah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait ekologi mangrove, identifikasi jenis ikan, hingga penguatan kapasitas personal melalui sesi Project Management dan manajemen Public Speaking di Roemah Nelayan N9. Selain itu, peserta juga mengikuti aktivitas praktik langsung di lapangan seperti latihan snorkeling di Pantai Kecinan, menyusuri perairan menggunakan kano di Pantai Cemare, serta mempelajari proses pengolahan garam tradisional guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola aksi nyata pelestarian lingkungan. Seluruh rangkaian simulasi dan diskusi interaktif dirancang secara sistematis agar para peserta tidak hanya menguasai teori di dalam ruangan, tetapi juga memiliki kepekaan instingtif terhadap ekosistem pesisir. Kombinasi materi antara ilmu sains alam dan soft skills kepemimpinan ini menjadi modalitas krusial bagi peserta agar mampu menyusun program kerja secara mandiri. Melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung ini, kompetensi teknis dan manajerial para peserta dapat terasah secara optimal. Program ini sengaja didesain dengan paket lengkap agar aspek edukasi dan petualangan di alam dapat berjalan beriringan. Harapannya, wawasan yang luas ini akan menjadi bekal berharga untuk merancang aksi pelestarian yang lebih berdampak.
Meskipun sempat menghadapi kendala cuaca pesisir yang dinamis dan tantangan teknis dalam koordinasi mobilisasi antar-lokasi pantai, panitia pelaksana berhasil menerapkan solusi mitigasi berupa pengaturan jadwal lapangan yang fleksibel serta pembagian tim kerja yang responsif. Keberhasilan besar program ini terlihat dari tingginya antusiasme serta lahirnya komitmen kuat dari seluruh peserta untuk segera mengimplementasikan ilmu yang didapat ke dalam sebuah gerakan lingkungan konkret. Rumah BUMN Lombok Barat dan Biru Foundation menyatakan rasa bangga atas capaian seluruh fasilitator muda yang kini siap menjadi garda terdepan pelestari ekosistem bahari. Sinergi positif ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan yang dikemas secara interaktif mampu menciptakan dampak jangka panjang yang signifikan bagi kelestarian alam Lombok. Melalui penutupan kegiatan yang sukses ini, harapan besar disematkan agar program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala demi keberlanjutan bumi. Respons positif dari masyarakat dan komunitas lokal juga menjadi indikator bahwa kesadaran ekologis di Lombok Barat terus meningkat. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi banyak pihak adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan kelestarian lingkungan di masa kini.